AdvetorialKutai TimurPariwisata

Bupati Kutim: STIPER Berperan Strategis Cetak SDM untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kutai Timur – Penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai membutuhkan dukungan dari dunia pendidikan. Karena itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menempatkan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sangatta sebagai salah satu institusi yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Ardiansyah saat membuka Pembekalan Santiaji Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII STIPER Sangatta di Aula STIPER, Selasa (21/7/2026).

Di hadapan mahasiswa, Ardiansyah menekankan bahwa arah pembangunan nasional kini semakin berfokus pada penguatan ketahanan pangan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu direspons dengan kesiapan daerah dalam mencetak tenaga muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Atas dasar itu, STIPER diharapkan terus melahirkan lulusan berkualitas yang mampu mendukung pembangunan Kutim.

“STIPER adalah bagian dari konsep pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Karena itu saya berharap saudara bisa menjadi representasi pemerintah daerah ketika hadir di tengah masyarakat,” ujar Ardiansyah kepada mahasiswa dan mahasiswi STIPER.

Selain menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi, Ardiansyah juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih rendahnya minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di sektor pertanian. Padahal, sektor tersebut memiliki prospek yang semakin menjanjikan seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Ia kemudian mengajak mahasiswa STIPER untuk turut memperkenalkan kampus kepada masyarakat, terutama kepada lulusan sekolah menengah yang berencana melanjutkan pendidikan. Semakin banyak generasi muda yang memilih bidang pertanian, semakin kuat pula fondasi pembangunan sektor pangan di Kabupaten Kutai Timur.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah turut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah (pemda), perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diyakini menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Menutup arahannya, Ardiansyah berharap pelaksanaan KKN di Kecamatan Kaubun tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa. Ia ingin pengalaman tersebut mampu menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi bagi pembangunan Kutai Timur setelah mereka menyelesaikan pendidikan. (NY/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *