AdvetorialKutai Timur

Ardiansyah Luncurkan Uji Petik SPAM KEK MBTK, Perluas Akses Air Bersih di Sangkulirang

Kutai Timur — Menyusutnya sumber air baku lokal sempat membuat masyarakat Kecamatan Sangkulirang mengalami keterbatasan pasokan air bersih. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kemudian mendorong pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) untuk memperkuat kembali layanan air bersih bagi masyarakat.

Pemanfaatan fasilitas tersebut ditandai dengan peluncuran uji petik oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Rumah Dinas Koramil 0909-2/Sangkulirang, Desa Benua Baru Ilir, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim Suparjan dan Camat Sangkulirang Cipto Buntoro.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Perumdam TTB Kutim dan PT Melati Bhakti Satya (MBS) Kalimantan Timur dalam pemanfaatan fasilitas SPAM KEK MBTK. Melalui kerja sama tersebut, infrastruktur yang berada di kawasan KEK MBTK dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah sekitar.

Cipto mengatakan uji coba pengaliran air bersih telah dimulai sejak 15 Agustus dan kini telah menjangkau sekitar 1.400 pelanggan di wilayah Sangkulirang.

“Empat bulan yang lalu, masyarakat bilang kehilangan air PDAM karena sangat drastis menyusutnya sumber air. Berkat dorongan dan kerja sama semua pihak, termasuk Perumdam Tirta Tuah Benua dan PT MBS, hari ini air bersih sudah mengalir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sangkulirang,” ujar Cipto.

Di sisi lain, Ardiansyah menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pemanfaatan SPAM tersebut. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang perlu terus diperhatikan.

“Dengan beroperasinya uji petik SPAM KEK MBTK ini, diharapkan hambatan klasik terkait keterbatasan pasokan air bersih di Kecamatan Sangkulirang dapat diatasi secara bertahap dan berkelanjutan,” ucap Ardiansyah.

Pada tahap awal, layanan tersebut telah menjangkau 1.400 sambungan rumah (SR). Ardiansyah juga menyampaikan akan ada penambahan 500 sambungan baru bagi masyarakat yang belum terhubung.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menjelaskan, uji petik menjadi tahapan untuk mengukur debit, tekanan air, dan keandalan jaringan distribusi sebelum layanan dikembangkan secara lebih luas.

“Kami bersama PT MBS terus melakukan evaluasi teknis di lapangan guna memastikan kualitas air yang sampai ke masyarakat memenuhi standar kesehatan yang berlaku,” urainya.

Cipto menyambut baik langkah tersebut karena kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat setelah sumber air baku lokal mengalami penyusutan. Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat mendukung keberlanjutan pasokan bagi warga.

Pemkab Kutim bersama Perumdam TTB dan PT MBS selanjutnya terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan SPAM KEK MBTK. Tahapan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan air bersih dan memperluas jangkauan sambungan bagi masyarakat Sangkulirang secara bertahap. (TS/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *