Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/kabarkal/public_html/newszone.co.id/wp-includes/functions.php on line 6131
AdvertorialKominfo Kutai TimurKutai Timur

Waspada HIV pada Ibu Hamil, DPPKB Kutim Tegaskan Kaitannya dengan Risiko Stunting

Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pola asuh dan pemenuhan gizi. Penyakit menular seperti HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba juga menjadi faktor serius yang berpotensi menurunkan kualitas kesehatan ibu dan bayi, terutama di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi menegaskan bahwa infeksi HIV pada ibu hamil memengaruhi perkembangan janin dan memperbesar risiko bayi lahir dengan kondisi gizi buruk.

“Stunting sangat berhubungan dengan masalah HIV. Kalau infeksinya tidak dikontrol, dampaknya kepada bayi bisa sangat berbahaya,” ungkap Junaidi kepada awak media.

Junaidi menjelaskan bahwa, faktor yang diperhatikan dalam penanganan HIV pada pasien adalah jumlah virus dalam darah atau viral load dan tingkat kekebalan tubuh yang diukur lewat CD4. Penanganan HIV orang dewasa saja sudah menantang, terlebih untuk bayi.

“Kalau viral load tinggi, risiko penularan pada bayi juga tinggi. Kalau sudah terkena bayi, itu jauh lebih berbahaya daripada stunting,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa akses obat ARV (antiretroviral) memang tersedia di layanan kesehatan pemerintah, tetapi penanganannya harus dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan. Pasien tidak boleh putus obat dan harus dipantau langsung oleh konselor maupun tenaga kesehatan.

“Kalau anak stunting masih ada peluang perbaikan dengan pemberian makanan tambahan. Tapi kalau bayi kena HIV, obatnya terbatas dan risikonya kematian,” sambungnya.

Untuk memaksimalkan pencegahan, DPPKB memperkuat edukasi publik melalui platform digital, ruang podcast, hingga penyuluhan lapangan oleh Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK). Mereka juga bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan aparat keamanan untuk menangani penyalahgunaan narkoba.

“Kita ingin masyarakat paham bahwa mencegah lebih mudah daripada mengobati. Termasuk terhadap HIV dan narkoba yang bisa memicu risiko stunting,” terangnya.

Edukasi ini diharapkan menjangkau keluarga rentan, khususnya remaja putri, pasangan muda, dan keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terbatas. Melalui pemahaman yang benar, setiap keluarga dapat meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi dan lingkungan.

“Kalau kita bisa menjaga kesehatan ibu sejak sebelum hamil, maka risiko stunting dan risiko penyakit menular bisa ditekan bersama,” pungkasnya. (TS/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *