Balikpapan — Di tengah meningkatnya dinamika kota, Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat sistem pengawasan publik dengan memperluas pemasangan kamera Closed-Circuit Television (CCTV) di berbagai titik vital.
Langkah ini menandai tahap baru upaya menciptakan ruang kota yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.
Alih-alih hanya menjadi alat pemantau lalu lintas, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa CCTV kini telah bertransformasi menjadi instrumen penting dalam pemeliharaan keamanan kota.
Menurut Fadli, pantauan visual selama 24 jam memudahkan petugas mendeteksi aktivitas mencurigakan maupun gangguan keamanan sejak dini.
“CCTV menjadi perangkat yang sangat efektif dalam mendukung pengawasan lingkungan. Dengan sistem yang terintegrasi, kami bisa mendeteksi dinamika di lapangan dengan lebih akurat,” jelas Fadli, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa CCTV dipasang di simpang-simpang utama, kawasan perkantoran, pusat kuliner, terminal, objek wisata, hingga area pelabuhan dan bandara.
Seluruh kamera terhubung ke pusat kendali lalu lintas (traffic control center) Dishub, yang beroperasi sebagai “mata kota” untuk memastikan situasi tetap terkendali.
“Kawasan dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi selalu menjadi fokus pemasangan. Dengan begitu, respons terhadap insiden bisa dilakukan secara cepat dan terarah,” ujarnya.
Selain fungsi keamanan, rekaman CCTV semakin berperan dalam penegakan aturan lalu lintas. Melalui rekaman tersebut, berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari putar balik sembarangan hingga parkir tidak sesuai aturan, dapat didokumentasikan secara detail.
Data tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi Dishub maupun aparat kepolisian dalam mengambil tindakan.
“CCTV sangat membantu dalam mengamati perilaku berlalu lintas masyarakat. Banyak pelanggaran yang bisa terlihat dengan jelas, sehingga proses tindak lanjut bisa berjalan lebih mudah,” katanya.
Menjawab tantangan keamanan kota masa depan, Dishub mulai menyiapkan integrasi CCTV dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Sistem ini nantinya akan mampu membaca pola perilaku tertentu, seperti kerumunan tak wajar, kendaraan yang berhenti sembarangan, hingga aktivitas mencurigakan yang membutuhkan tindakan cepat.
“Pengembangan ini penting untuk memastikan bahwa sistem pengawasan kami selalu relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan di lapangan,” terangnya.
Dirinya menegaskan bahwa pembangunan jaringan CCTV tidak akan berhenti pada titik yang sudah ada. Perluasan dilakukan bertahap, melihat kebutuhan keamanan setiap kawasan serta dinamika mobilitas masyarakat.
Namun, ia mengingatkan, keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada teknologi.
“CCTV hanyalah alat, tetapi efektivitasnya akan maksimal jika seluruh elemen berperan aktif. Tujuan kami jelas: menciptakan kota yang aman bagi semua,” tutupnya.
Melalui pemanfaatan teknologi pengawasan modern dan partisipasi masyarakat, Balikpapan melangkah menuju kota yang lebih siap menghadapi tantangan urbanisasi, sekaligus memberikan rasa aman yang lebih kuat bagi semua warganya. (ADV)
![]()









