Balikpapan — Gelombang mobilitas akhir tahun diprediksi kembali “menyapu” Kota Balikpapan, dan Dinas Perhubungan (Dishub) tidak menunggu sampai kemacetan terjadi.
Jauh sebelum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tiba, instansi tersebut sudah bergerak memetakan jalur-jalur yang berpotensi lumpuh akibat lonjakan kendaraan dan aktivitas perayaan.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas menjadi langkah utama yang segera diterapkan.
Pemetaan ini tidak hanya menyasar jalur pusat kota, tetapi juga ruas-ruas yang kerap padat saat umat beribadah dan warga menghabiskan waktu di titik-titik wisata.
“Ya otomatis, pertama kami akan mengurai jalur-jalur yang cenderung macet ketika perayaan Natal dan Tahun Baru, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan,” ujar Fadli, Kamis (20/11/2025).
Namun rekayasa ini bukan pekerjaan Dishub sendirian. Koordinasi intensif dilakukan bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan.
Pola kerja sama ini sudah menjadi rutinitas tahunan untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengendalian aktivitas kendaraan, hingga penindakan pelanggaran.
“Kami senantiasa bekerja sama dengan Satlantas dalam rangka memberikan kemudahan dan keamanan bagi masyarakat,” sambungnya.
Di sisi lain, Dishub juga memberi dukungan penuh terhadap Operasi Mahakam, operasi terpadu yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) dan ikut dilaksanakan Polresta Balikpapan.
Operasi ini menjadi tulang punggung pengamanan pada masa liburan panjang.
“Indikasi-indikasi yang berpotensi mengganggu juga kami antisipasi bersama Polresta,” katanya.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Dishub menyiapkan tambahan personel yang ditempatkan di pusat perbelanjaan, kawasan ibadah, jalur wisata, hingga penghubung antarkecamatan.
Semua petugas disiagakan dalam status on call, mengingat peningkatan mobilitas biasanya terjadi tiba-tiba.
Sementara itu, pemantauan kondisi jalan dilakukan melalui Command Center Dishub, yang terhubung dengan jaringan CCTV di berbagai titik strategis.
Data visual real time ini menjadi dasar pengambilan keputusan jika rekayasa ruas jalan harus dilakukan secara spontan.
Dengan rangkaian strategi tersebut, Dishub berharap perayaan Nataru tahun ini berlangsung lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baginya, kunci dari kelancaran arus kota bukan hanya rekayasa teknis, tetapi juga kolaborasi antarlembaga dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan.
“Tujuannya satu: memastikan mobilitas masyarakat pada masa Nataru tetap lancar dan kota tetap kondusif,” tutupnya.
Upaya Dishub ini menjadi bagian dari komitmen Balikpapan untuk menghadapi gelombang mobilitas tahunan dengan pendekatan yang lebih adaptif, terukur, dan berbasis data. (ADV)
![]()









