Balikpapan — Transformasi digital pada sektor transportasi Kota Balikpapan memasuki tahap penting. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan meningkatkan kapasitas jaringan internet dan menyiapkan pemasangan kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) berbasis kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari modernisasi sistem monitoring lalu lintas.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa jaringan internet Dishub yang saat ini hanya 50 Megabit per second (Mbps) sudah tidak memadai untuk kebutuhan pemantauan lalu lintas secara real time.
Untuk itu, peningkatan kapasitas menjadi hal mendesak agar sistem transportasi digital dapat bekerja lebih stabil.
“Kami membutuhkan jaringan internet yang lebih kuat agar sistem transportasi digital berjalan optimal. Tahun ini kapasitas jaringan akan kami naikkan menjadi 200 Mbps. Bersamaan dengan itu, kami juga menambah perangkat CCTV baru berbasis AI,” ungkap Fadli, Kamis (20/11/2025).
Fadli menambahkan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi bagian dari penerapan Intelligent Transportation System (ITS).
Dengan jaringan internet yang lebih besar, proses pemantauan lalu lintas tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga memberikan data yang lebih akurat untuk dikoordinasikan lintas instansi.
“Investasi ini membantu mempercepat penerapan transportasi cerdas di Balikpapan. Selain memudahkan pemantauan, langkah ini akan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Dishub menyiapkan pemasangan 72 hingga 115 unit CCTV AI yang memiliki kemampuan lebih canggih dibanding kamera biasa.
Kamera tersebut mampu mendeteksi jenis kendaraan, membaca jumlah penumpang hingga tujuh orang, berputar 360 derajat, serta memberi data visual real time yang mendukung pengambilan keputusan cepat.
“CCTV ini bukan kamera biasa. Dengan teknologi AI, sistem dapat memberikan informasi real time mengenai kondisi arus lalu lintas dan aktivitas kendaraan sehingga pengawasan jauh lebih efektif,” sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa teknologi baru ini akan terhubung dengan sistem electronic tilang (e-tilang) milik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan.
Melalui integrasi data, rekaman CCTV Dishub dapat diteruskan langsung ke Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk memudahkan proses penindakan 24 jam.
“Dengan dukungan anggaran sekitar Rp 20 miliar dari APBD Perubahan (APBD: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), kami optimistis sistem ini dapat segera dioperasikan,” katanya.
Selain penguatan infrastruktur digital, Dishub juga menugaskan Bidang Angkutan untuk melakukan kajian menyeluruh terkait kebutuhan transportasi Balikpapan.
Kajian ini akan menjadi dasar dalam perencanaan jangka panjang, termasuk pengembangan moda transportasi cerdas di masa mendatang.
“Kita harus optimistis. Dengan jaringan yang kuat dan CCTV berteknologi AI, pengelolaan transportasi akan semakin efisien,” tuturnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berharap langkah ini dapat mempercepat terwujudnya sistem transportasi kota yang modern, aman, dan berbasis teknologi, sekaligus memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi masyarakat. (ADV)
![]()









